logo.png
www.rscahyakawaluyan.com


[PKRS] Waspada Demam Berdarah!






Musim Hujan telah tiba, Hati-hati demam berdarah datang. Jangan anggap sepele demam berdarah.

Apa itu Demam Berdarah?
Penyakit demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina dan Aedes Albocpictus.

Demam berdarah ditandai dengan gejala klinis, yaitu :
- Demam tinggi 2-7 hari disertai menggigil.
- Mual dan muntah.
- Sakit kepala.
- Pegal-pegal pada seluruh tubuh.
- Kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.
- Kadang adanya perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah.
- Manifestasi klinis lain : nyeri perut, tidak nafsu makan, diare / sulit BAB.

 

Untuk mencegahnya lakukan 4 M plus dilingkungan sekitar :
1. Menutup
    Menutup rapat semua wadah air agar nyampuk aedes tidak dapat masuk dan bertelur.
2. Menguras
    Menguras wadah air seperti bak mandi, ember, vas bunga, penampung air kulkas.
3. Mengubur
    Mengubur atau memusnahkan semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, pecahan botol.
4. Memantau
    Memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk aedes berkembang biak.
PLUS : - Jangan menggantung baju.
            - Pelihara ikan.
            - Hindari gigitan nyamuk.
            - Membubuhkan bubuk abate.

 

 

Pada umumnya penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) akan mengalami fase :

  1. Fase pertama demam selama 2-7 hari, fase pertama: 1-3 hari ini penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi 40℃,

  2. Fase ke-dua penderita mengalami fase kritis pada hari ke 4-5, pada fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 37℃ dan penderita akan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali) pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan).

  3. Di fase yang ketiga ini akan terjadi pada hari ke 6-7 ini, penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan, di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali.

 

Keberadaan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) identik dengan musim hujan karena pada saat musim tersebut menimbulkan banyak genangan air.
Namun perlu diwaspadai bahwa DBD juga dapat menyerang di musim kemarau.


Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai DBD tidak hanya di musim hujan, tapi juga musim kemarau terutama di tempat-tempat genangan air atau barang bekas.  ''DBD pun rentan menyerang manusia di musim kemarau kalau ada tempat genangan air seperti di barang bekas di gudang rumah atau bak mandi yang jarang dikuras,'' kata Menkes Nila di Jakarta, Senin (14/1). Berdasarkan data Kejadian Luar Biasa (KLB) dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, pada 2018 telah ada 584 kasus DBD berdasarkan laporan dari 6 provinsi dan 8 kabupaten/kota.

Pada Novmber 2018 Kemenkes telah mengirimkan surat edaran kewaspadaan peningkatan kasus DBD kepada para gubernur. Kemekes juga melakukan tindakan pencegahan dengan Pemberantas Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M+, yakni menutup semua tampungan air atau sumber air, menguras bak mandi, mendaur ulang barang bekas, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan fasilitas layanan kesehatan diimbau tetap waspada jika ada demam untuk segera memikirkan kemungkinan demam dengue dan memperhatikan pola penambahan kasus.  ''Bila ada kasus DBD maka segera lakukan penyelidikan epidemi dan penanggulangan fokus seperti foging dan pemberian larvasida,'' katanya.  Selain itu, tambah dr. Nadia, ada tim gerak cepat yang terintegrasi antara pusat dan daerah termasuk imbauan ke sekolah untuk mengaktifkan PSN".
 


Sumber : dari berbagai sumber
instagram @urbancikarang
instagram @rskariadi
instagram @kemenkes_ri
Gerakan Masyarakat Sehat
www.promkes.depkes.co.id
www.kemkes.go.id
www.depkes.go.id

http://www.depkes.go.id/development/site/depkes/index.php?cid=1-17042500004&id=demam-berdarah-dengue-dbd-.html




 
 



 

^ Back To Top