• (022) 680 3700
  • marketing@rscahyakawaluyan.com
0812 1111 8009

Vitamin A

Kurang Vitamin A (KVA) masih merupakan masalah yang tersebar di seluruh dunia terutama di Negara berkembang dan dapat terjadi pada semua umur terutama pada masa pertumbuhan. Salah satu dampak kurang vitamin A adalah kelainan pada mata yang umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 4 tahun yang menjadi penyebab utama kebutaan di negara berkembang.

Kurang Vitamin A pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP) atau gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang, termasuk zat gizi mikro dalam hal ini vitamin A.

Hasil penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi Vitamin A sebanyak 2 kali pertahun pada anak umur 6-59 bulan dapat mencegah kekurangan Vitamin A dan kebutaan (buta senja), juga meningkatkan sistim kekebalan tubuh sehingga mengurangi kejadian kesakitan dan kematian pada balita, karena vitamin ini dapat mencegah timbulnya komplikasi pada penyakit yang sering terjadi pada balita seperti campak dan diare.

Oleh karen itu pemerintah mencanangkan setiap bulan Februari dan Agustus yang merupakan Bulan Vitamin A, diposyandu atau di fasilitas kesehatan dibagikan vitamin A secara gratis untuk anak balita. Di kedua bulan ini anak bisa mendapatkan berupa suplementasi vitamin A Kapsul Biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan Kapsul Merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A dalam bentuk kapsul merah juga diberikan kepada ibu nifas/ ibu yang baru melahirkan dengan tujuan untuk mencegah kebutaan juga untuk menanggulangi kekurangan Vitamin A (KVA) yang masih cukup tinggi pada balita.

Mungkin ada yang penasaran, kenapa kita harus mengkonsumsi Vitamin A?

Seberapa penting Vitamin A untuk tubuh kita?

Vitamin A adalah salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati,tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar.

Mengkonsumsi vitamin A bagi balita sangat banyak manfaatnya, seperti :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak dan diare.
  • Membantu proses penglihatan dalam adaptasi terang ke tempat yang gelap
  • Mencegah kelainan pada sel –sel epitel termasuk selaput lender mata
  • Mencegah terjadinya proses metaplasi sel –sel epitel sehingga kelenjar tidak memproduksi cairan yang dapat menyebabkan kekeringan mata.
  • Mencegah terjadinya kerusakan mata hingga kebutaan.
  • Vitamin A esensial untuk membantu proses pertumbuhan

 

 

Vitamin A tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar tubuh. Sebagian besar berasal dari produk hewani serta beberapa makanan nabati yang mengandung beta-karoten (pro-vitamin A, yang oleh tubuh diubah menjadi Vitamin A) yaitu yang berasal dari buah-buahan dan sayur-sayuran berwarna-warni.

Sedangkan sumber Vitamin A hasil rekayasa adalah beberapa produk makanan yang diperkaya (fortifikasi) dengan Vitamin A antara lain dalam minyak goreng, margarin, susu dan beberapa jenis mie instan. Ada lagi sumber Vitamin A yang sangat potensial karena gratis, mudah didapat dan dosisnya mencukupi yaitu Kapsul Vitamin A.

Sumber vitamin A banyak terdapat pada:

  • Air Susu Ibu (ASI)
  • Bahan makanan hewani seperti : hati,kuning telur, ikan, daging, ayam dan bebek.
  • Buah–buahan warna kuning dan jingga seperti Pepaya,Mangga masak,Alpukat,Jambu Merah dan Pisang.
  • Sayuran yang berwarna hijau tua dan berwarna jingga seperti : Bayam,Tomat,Wortel.
  • Bahan makanan yang difortifikasi/diperkaya dengan vitamin A seperti margarine,susu

Bagaimana jika konsumsi vitamin A berlebihan, maka dapat menyebabkan :

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Sakit perut.
  •  
  • Kulit dan bibir yang kering atau pecah-pecah.
  • Mengantuk dan kelelahan.
  •  
  • Uring-uringan.
  • Rambut rontok.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Pandangan kabur

 

Teknis pelaksanaan pemberian Vitamin A dosis tinggi diberikan kepada seluruh anak balita umur 6-59 bulan secara serentak, dimana untuk :

  • Bayi (6-11 bulan) pada bulan Februari atau bulan Agustus
  • Anak balita (12-59 bulan) pada bulan Februari dan Agustus

Tenaga pelaksana pemberian vitamin A adalah tenaga kesehatan seperti : dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, atau kader kesehatan yang telah dilatih.

Untuk anak yang sudah bisa menelan dapat diberikan langsung 1 kapsul untuk diminum 

Cara pemberian kapsul Vit A dosis tinggi pada ibu nifas : Diberikan segera setelah melahirkan dengan cara meminum langsung 1 (satu) kapsul 

Kemudian minum 1(satu) kapsul lagi 24 jam setelah pemberian kapsul pertama