• 0812 1111 8009
  • humaspemasaran.rsck@gmail.com
(022) 680 3700

Obesitas Pada Anak

Indonesia adalah negara berkembang dimana bukan hanya masalah gizi buruk saja yang dihadapi, namun juga masalah gizi lebih dalam hal ini adalah obesitas mulai banyak ditemui pada masyarakat Indonesia terutama daerah perkotaan. Kelebihan gizi yang menimbulkan obesitas dapat terjadi baik pada anak-anak hingga usia dewasa. Obesitas disebabkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagi fungsi biologis seperti pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas, pemeliharaan kesehatan.

Jika keadaan ini berlangsung terus menerus (positive energy balance) dalam jangka waktu cukup lama, maka dampaknya adalah terjadinya obesitas. Obesitas merupakan keadaan indeks massa tubuh (IMT) anak yang berada di atas persentil ke-95 pada grafik tumbuh kembang anak sesuai jenis kelaminnya. 

Namun hingga saat ini masih banyak orang yang berpendapat bahwa “Anak yang gemuk itu sehat”. Namun apakah tubuh yang gemuk menandakan bahwa anak anda sehat? Apakah hobi makan yang dilakukan anak merupakan pertanda bagus bagi kesehatannya?.

  1. Penyebab kegemukan pada anak

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegemukan pada anak-anak :

  • Faktor genetik

Faktor keturunan dari keluarga yang memiliki kelebihan berat badan maka cenderung memiliki resiko kelebihan berat badan. Hal ini terutama dapat terjadi jika dalam keluarga cenderung menyediakan makanan dengan tinggi kalori dan tidak memiliki kebiasaan untuk berolahraga.

  • Faktor metabolisme
  • Pola makan

Mengkonsumsi makanan mengandung kalori secara teratur, seperti makanan cepat saji, makanan ringan, kue-kue, permen, dan minuman manis dapat dengan mudah menyebabkan anak-anak mengalami peningkatan berat badan.

  • Pola aktifitas fisik

Anak-anak yang menghabiskan waktu lebih banyak dengan menonton televisi atau bermain video game memiliki resiko lebih besar mengalami kelebihan berat badan.

  • Faktor lingkungan
  • Faktor psikologi diri sendiri

Stress yang terjadi pada orang tua dan keluarga dapat meningkatkan resiko terjadinya kelebihan berat badan. Beberapa anak menyalurkan stress dan emosi melalui makanan.

 

  1. Komplikasi kegemukan pada anak-anak

Anak-anak yang memiliki kelebihan berat badan dapat menyebabkan masalah kesehatan secara fisik dan psikologis. Dari segi kesehatan secara fisik yang dapat terjadi sebagai akibat dari kegemukan :

  • Diabetes melitus tipe 2

Kegemukan dan gaya hidup yang sering megkonsumsi makanan mengandung gula dan gizi tidak seimbang akan meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.

  • Gangguan metabolisme

Kegemukan dan peningkatan lemak dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

  • Peningkatan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi

Pola makan yang buruk dapat menyebabkan penumpukkan kolesterol dalam darah yang dapat membentuk plak pada pembuluh darah arteri. Plak dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke.

  • Gangguan nafas

Anak-anak yang mengalami kegemukan memiliki resiko mengalami gangguan nafas seperti asma, nafas yang berulang kali berhenti ketika tidur atau saat akan mulai tidur dan kesusahan nafas ketika beraktifitas fisik.

  1. Apakah yang dapat dilakukan orang tua ketika mengetahui anaknya mengalami kegemukan?

Keluarga merupakan lingkup lingkungan yang paling kecil namun dapat memberikan dampak yang luar biasa pada anak-anak. Hal ini dapat dimanfaatkan dengan membantu mengubah pola makan dan kegiatan anak. Langkah tersebut bertujuan untuk mengembalikan berat badan anak menjadi normal.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan :

  • Menyediakan lebih banyak buah dan sayuran untuk anak-anak. Mengurangi pembelian kue kering, coklat dan beberapa makanan lain yang mengandung gula dan lemak.
  • Mengurangi konsumsi minuman manis termasuk jus buah dalam kemasan. Jus buah dalam kemasan memberikan nilai gizi yang rendah namun memiliki kandungan kalori yang tinggi.
  • Mengurangi konsumsi makanan cepat saji karena memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi.
  • Membiasakan anak untuk makan sesuai dengan porsi perutnya dan bukannya berlebihan.
  • Meningkatkan aktifitas fisik anak-anak seperti bersepeda, lari pagi/sore, senam, dan berenang. Membatasi kebiasaan menonton televisi, bermain video game, dan bermain dengan smartphone.

Berkonsultasilah dengan Ahli Gizi dalam memantau pertumbuhan anak. Tubuh yang gemuk bukan merupakan tolok ukur atas kesehatan Anak. Orang tua memiliki peran penting untuk memberi asupan gizi yang seimbang dan memantau makanan yang dikonsumsi oleh anak.

Sumber :

Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama:2003

Aprilia Ayu. Obesitas pada Anak Sekolah Dasar. Ejournal. Juni 2015

https://www.cdc.gov/obesity/childhood/causes.html

https://www.cdc.gov/healthyschools/obesity/facts.htm

http://patient.info/health/obesity-and-overweight-in-children