[PKRS] Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga bag 1

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Di Rumah Tangga

 

Pengertian

PHBS di Rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes RI, 2007)

PHBS merupakan salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian di bidang kesehatan baikpada masyarakat maupun pada keluarga, artinya harus ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan (Depkes RI, 2007)

 

Tujuan

  1. Tujuan Umum

Meningkatkan rumah tangga sehat di desa kabupaten/kota di seluruh Indonesia

  1. Tujuan Khusus

  • Meningkatkan pengetahuan, kemauan, dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS

  • Berperan aktif dalam gerakan PHBD di masyarakat

 

Sasaran

Sasaran PHBS dirumah tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu :

  1. Pasangan Usia Subur

  2. Ibu Hamil dan Ibu menyusui

  3. Anak dan Remaja

  4. Usia Lanjut

  5. Pengasuh Anak

Manfaat

  1. Manfaat PHBS bagi rumah tangga

  • Setiap rumah tangga meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit

  • Anak tumbuh sehat dan cerdas

  • Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan, pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatan keluarga.

  1. Manfaat PHBS bagi masyarakat

  • Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan yang sehat

  • Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah - msalah kesehatan

  • Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada

  • Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan bersalin (tabulin), arisan jamban, kelompok pemakai air, ambulans desa dan lain - lain

 

Indikator PHBD di Rumah Tangga

Pembinaan PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mewujudkan Rumah Tangga Sehat. Rumah tangga Sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator PHBS dan 3 indikator Gaya Hidup Sehat sebagai berikut :

Tujuh indikator PHBS di Rumah Tangga

  1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

Adalah pertolongan persalinan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh tenaga kesehatan (bidan. Dokter, dan tenaga paramedis lainnya). Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan Ibu dan Bayi lebih terjamin. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman, bersih, dan streil sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya.

Apa tanda - tanda persalinan :

  • Ibu mengalami mulas - mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat

  • Rahim terasa kencang bila diraba terutama pada saat mulas

  • Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir

  • Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir

  • Merasa seperti mau buang air bersih

 

Bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, yang harus dilakukan adalah :

  • Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan / dokter)

  • Tetap tenang dan tidak bingung

  • Ketika merasa mules bernafas panjang, mengambil nafas melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut untuk mengurangi rasa sakit

 

Tanda bahaya persalinan :

  • Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mules

  • Keluar darah dari jalan lahir sebelum melahirkan

  • Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir

  • Tidak kuat mengejan

  • Mengalami kejang - kejang

  • Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mules

  • Air ketuban keruh dan berbau

  • Setelah bayi lahir, ari - ari tidak keluar

  • Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat

  1. Bayi diberi ASI eksklusif

Adalah bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI sejak lahir sampai usia 6 bulan. ASI adalah makanan alamiah yang berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuia untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. ASI pertama berupa cairan bening yang berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.

Apa saja keunggulan ASI :

  • Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan

  • Mengandung zat kekebalan

  • Melindungi bayi dari alergi

  • Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar

  • Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat dapat diberikan kapan saja dan dimana saja

  • Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi.

 

Kapan bagaimana ASI diberikan :

  • Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari keluarga

  • Bayi segera diteteki/disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan perdarahan

  • Teteki/susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai kebutuhan bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi, dan berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian

  • Berikan hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI diberikan pula makan pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi. Pemberian ASI tetap dilanjtkan hingga bayi berusia 2 tahun.

 

Bagaimana cara menyusui yang benar :

  • Sebelum menyusui bayi, terlebih dahulu ibu mencuci kedua tangannya dengan menggunakan air bersih dan sabun sampai bersih

  • Lalu bersihkan kedua puting susu dengan kapas yang telah direndam terlebih dahulu dengan air hangat

  • Waktu menyusui bayi, sebaiknya ibu duduk atau berbaring dengan santai, pikiran ibu harus dalam keadaan tenang (tidak tegang)

  • Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala

  • Upayakan badan bayi menghadap kepada badan ibu, rapatkan dada bayi dengan dada ibu atau bagian bawah payudara ibu

  • Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu

  • Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu bagian dalam

  • Bayi disusui secara bergantian dari susu sebelah kiri, lalu ke sebelah kanan sampai bayi merasa kenyang

  • Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua mulut bayi dibersihkan dengan kapas yang telah direndam air hangat

  • Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang terhisap bisa keluar dengan cara meletakkan bayi tegak lurus pada ibu dan perlahan-lahan diusapkan belakangnya sampai bersendawa. Udara akan keluar dengan sendirinya

 

Apa manfaat memberikan ASI ?

a) Bagi Ibu :

  • Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi

  • Mengurangi perdarahan setelah persalinan

  • Mempercepat pemulihan kesehatan ibu

  • Menunda kehamilan berikutnya

  • Mengurangi resiko terkena kanker payudara

  • Lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan

b) Bagi Bayi :

  • Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng

  • Bayi tidak sering sakit

c) Bagi Keluarga :

  • Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan perlengkapannya

  • Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula, misalnya merebus air dan pencucian peralatan

 

Bagaimana cara menjaga mutu dan jumlah produksi ASI :

  1. Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang, banyak makan sayuran dan buah-buahan. Makan lebih banyak dari biasanya

  2. Banyak minum air putih paling sedikit 8 gelas sehari

  3. Cukup istirahat dengan tidur siang/berbaring selama 1-2 jam dan menjaga ketenangan pikiran

  4. Susui bayi sesering mungkin dan kedua payudara kiri dan kanan secara bergantian hingga bayi tenamg dan puas.

 

  1. Penimbangan bayi dan balita

Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan setiap bulan dan mengetahui apakah bayi dan balita berada pada kondisi gizi kurang atau gizi buruk. Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bualan sampai 5 tahundi Posyandu. Manfaat penimbangan balita setiap bulan di Posyandu :

  • Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat

  • Untuk mengetahui dan mencegah gangguan oertumbuhan balita

  • Untuk mengetahui balita yang sakit, (demam/pilek/ batuk/diare), berat badan dua bulan berturut turut tidak naik, balita yang berat badannya BGM (Baris Garis Merah) dan dicurigai gizi buruk sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas

  • Untuk mengetahui kelengkapan imunitas

  • Untuk mendapatkan penyuluhan gizi
     

bersambung ke bagian 2

bilamana ada yang ingin andaketahui, anda dapat juga menghubungi:

Bagian Customer Service atau Bagian Informasi
dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
RS. Cahya Kawaluyan (Grup RS. Santo Borromeus)

Jl. Raya Parahyangan KM 3 Kota Baru Parahyangan
Padalarang, Bandung Barat
Telp. 022-6803700 Ext 1136/1138